PUPUS
Waktu terus berkemas
betapa lekas siang menepi
meninggalkan kenangan yang berserak
pada jejak-jejak musim
Sementara harapan menjemput ratap
mengunyah sisa mimpi
merumuskan perih
Dalam pengembaraanku yang gamang
kulipat sisa kepedihan
ketika pintu dan jendela menujumu
tak lagi terbuka untukku
RISAU
Di batas musim
angin mengirimkan risau
mengurai lipatan kenangan
yang terkubur di ruas-ruas masa
Serasa ada yang mengiris-ngiris waktu
sementara kesepian telah lama melepuh
menghanyutkan seribu ngilu
bersama duka yang kusam
Mengapa masih juga kau simpan
kegusaran nurani
meski kian dalam
teredam dalam garis-garis waktu
DOA 2
Ya Allah..
Engkaulah penguasa alam semesta
Engkaulah pemilik segala-galanya
Engkau Dzat yang Maha Berkehendak atas segala kejadian
Jadikan semua kejadian
menambah semakin yakinnya kami kepada-Mu
Wahai Dzat yang Maha Melihat
Sesungguhnya Engkau Maha Melihat segala-galanya
yang nampak atau pun yang tidak nampak
Tiada kesanggupan bagi kami untuk sembunyi dari-Mu
Wahai Dzat yang Maha Mendengar
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang kami perlukan,
lebih tahu daripada kami sendiri
Tiada keraguan sama sekali
bahwa sikap-Mu senantiasa sempurna dan bijaksana
Ya Allah…
Takdirkanlah sebaik-baik takdir bagi kami
dan berikan kesanggupan kepada kami
untuk memahami setiap keputusan-Mu
Amin
AKU INGIN
Aku ingin terbang ke cakrawala
merobek mendung yang mengirimkan gulita
sebelum hujan menumpahkan air mata
Meski angin masih saja tiupkan risau
mengabarkan remukan-remukan sunyi
yang tertinggal di lipatan-lipatan waktu
saat hari tak selesai mengukir senyum
bersama mimpi dan harapan yang mengapung
Sedang gelisah telah mengajariku pasrah
menapak setiap jejak yang berkarat pada almanak
mengeja ayat-ayat senyap
ketika bayangmu semakin memudar
sisakan duka yang terkapar di ujung sepi
KAUKAH ITU
Kaukah itu
yang datang mengetuk kalbu
mengantar segenggam rindu
bagi hati yang beku
Kaukah itu
yang datang mengguncang sukma
mengantar sebongkah rasa
bersama dendam yang membara
LALU WAKTU
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang keceriaan masa kanak
yang selalu berwarna bagai kupu-kupu
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang kegelisahan
yang senantiasa mengharu biru perasaanku
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang kerinduan
yang tak pernah sempat kukabarkan kepadamu
Mengenangmu kekasih,
adalah mengenang sepenggal waktu
yang pernah ada dalam hidupku
