.

kehilangan
satu kata yang berarti daleeeeemm banget buat siapapun yang sedang mengalami dan merasakannya
saat keberadaan seseorang yang amat sangat berarti di hidup kita, tapi mereka pergi dan memilih jalannya sendiri tanpa mau diiringi lagi sama sosok seseorang pasangan
sebenarnya kehilangan itu, bisa saja benda teman keluarga ataupun orang terdekat lainnya
tapi, hal yang paling sensitif dari kehilangan yaa biasanya karena kehilangan seorang kekasih hati.

dalam keadaan seperti ini kita dituntut untuk setegar mungkin, sekuat mungkin, bahkan kita harus bisa moving on sesegera mungkin. bangkit berdiri walaupun dengan tertatih sekalipun tapi kemudian kita bisa berlari sekencang-kencangnya meninggalkan semua asam manis pahit kenangan masalalu bersama seseorang itu dahulu.

selang beberapa waktu, datang silih berganti seseorang menawarkan menyembuhkan luka hati.
bukan karena aku tak mempercayai akan tawaran baiknya, tapi yang ada dibenakku sekarang "bukankah suatu saat nanti, akan merasakan yang jauh jauh lebih sakit dari?" karena pada kenyataan setiap kali kita bisa melewati ujian pait maka kita akan naik tingkatan dan akan ada ujian jauh lebih pahit lagi menanti didepan.

terus terus dan terus saja seperti itu.
mereka datang dengan sejuta impiannya untuk membahagiakanku kelak.
tapi, aku hanya diam dan terus membiarkan seperti ini saja. entahlah akupun tak tau sampai kapan harus seperti ini. terlihat lemah dipuluhan pasang mata. sementara mereka yang memang tak menyukaiku. mencibirku dengan manis, maniiiiiiiiissss sekali! seakan berbahagia diatas kesedihanku. yaa tak apalah, biarkan saja. aku tak mau menghiraukan itu. apalagi menggubrisnya.

terkadang aku berfikir, apa salahku yaa rabb sampai seperti ini yang harus aku rasakan.
Bukankah kebahagiaan itu hak setiap umatMU?? tapi mengapa selalu saja aku merasakan kebahagiaan itu seakan semu dan hanya bersifat sementara.
memang banyak sekali diluaran sana orang-orang bersorak-sorai dengan mudahnya "semuanya akan indah pada waktunya".

mungkin memang benar bahkan aku percaya itu.
tapi coba kembalikan lagi pada hati kita, apakah semudah katakata itu kita dapat menerimanya bahkan dengan mudahnya menjalani sampai nanti kita bisa melewati masamasa pilu nan menyakitkan ini? iyaa?? saya rasa tidak, karena pada kenyataannya tidak satu dua orang yang sampai memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tak kuasa menerima kenyataannya nan menyayat hati ini. tapi aku bukan salah satu dari mereka, karena aku selalu ingat dan tanam katakata itu dibenakku dan hatiku katakata mamahku "orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena tak kuasa menerima kenyataan, berarti orang tersebut tidak memiliki iman sedikitpun" katakata itu sudah terekam jelas, dan selalu teriang setiap kali aku merasa rasanya ingin mati saja karena kehancuran yang membuatku merasa terjatuh didasar keterpurukan.

namun yang terpenting sekarang adalah bagaimana aku dapat bangkit sendiri tanpa siapapun yang membantu menggopohku. karena saat keterpurukan melanda kita itu diibaratkan kaki kita terasa lumpuh lunglai lemah bahkan tak berdaya tapi kita diharuskan bangkit, berdiri perlahan dengan kondisi tubuh yang lunglai lemah dan dengan kondisi kaki yang lumpuh. mungkin akan terasa lebih mudah dan cepatnya saat seseorang datang membantu kita dan menggopoh kita dengan kuat. dan saat itu pula energi itu akan tersalurkan dengan baik ke tubuh kita, kita akan terasa menerima transferan energi, yang kemudian membuat kita seperti hidup kembali.

akupun hanya ingin bilang padanya yaa rabb
TERIMAKASIH KARENA TELAH MEMBANTUKU BERDIRI DENGAN MUDAH SAAT ITU, SAAT AKU MERASA JATUH DIDASAR KETERPURUKAN BUKAN KARENA RASA CINTAKU YANG BEGITU DALAM PADANYA, TAPI KARENA SUATU HAL YANG MEMBUATKU MERASA AWAL KEHANCURAN HIDUPKU KARENA SESUATU HAL TERSEBUT.

terimakasih sekali lagi, walaupun akhirnya aku merasakan terjatuh lagi saat ini.
tapi, rasa terimakasihku padanya saat takkan kulupakan dan mungkin aku takkan pernah bisa melupakan jasa baiknya itu.
melupakannya saja tak bisa apalagi harus membencinya yaAllah :'(

untukku kini,
aku serahkan semuanya padaMU yaa rabb
aku memilih jalan semua yg engkau gariskan.
aku pasrah kini, aku coba terus ikhlas.
walau aku tau mengikhlaskan suatu hal yang sangat berarti untuk kita sangatlah sulit.
aku hanya meminta padaMU yaa rabb beri aku kekuatan terbesarMU.
tegarkan aku selalu.
RANGKUL AKU YAA RABB

(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)

Your Reply