Mengubur Egoisme ( karna nya )


.



“Berfikir adalah kunci rahmat, tidakkah kita memperhatikan bahwa seseorang yang berfikir akhirnya bertaubat” (Ishak bin Ibrahim)

Setiap orang selalu merasa sempurna di hadapan orang lain. Begitupun dengan sikapku kepadanya, sampai akhirnya aku tersadarkan bahwa pengetahuan yang bermanfaat adalah pengetahuan yang berguna serta menimbulkan efek positif bagi diri dan orang-orang sekitarku. Sejak aku mengalami suatu hal (menyedihkan), begitu intennya dia memberikan support agar aku terbiasa untuk saling tukar pikiran dan berbagi dengan dirinya, walaupun sebenarnya aku adalah prototype manusia malas dan penakut jika disandingkan dengan khalayak umum, tetapi ajakannya membuatku melek akan pentingnya bersosial.
Sampai pada kedekatan kami berlanjut, dia masih saja memperhatikan gerak-gerikku, memarahiku dan memberikan arahan yang sempat membuatku terkekang dengan aturan-aturannya. Unfortunately saat itu aku masih bersikeras merasa lebih dan lebih hingga pertengkaran kecil kadang harus terjadi menorehkan luka yang membuat hubunganku dengannya tidak harmonis dan saling diam untuk beberapa hari. Bahkan pertengkaran hebat pun tak terelakkan :'(
Secara kasat mata, aku melihatnya sebagai sosok yang penuh semangat dan relegius pada kadarnya, Pecinta Nabi dan sunnah-sunnahnya, sang motivator yang membuatku merasa kerdil ketika aku melihat betapa banyak orang-orang yang dia sadarkan terkait urgennya keseimbangan spritual dan implementasi teori pengetahuan agama.
Tanpamu mungkin aku akan terus tergerus ” Keangkuhanku” yang telah lama menjelma menjadi sosok egois arogan dan selalu menuhankan paradigma salah kaprah itu. Beruntung aku masih memilikimu, ketegasan sikap dan pemahaman fundamentalnya adalah sebuah ciri khas attitude yang selama ini aku anggap sebagai sesuatu yang percuma ternyata berbalik 180 derajat. Akulah yang seharusnya berterima kasih atas semua ini, banyak pelajaran yang harus aku ambil dari sikap dan idiologimu. Trima Kasih Ya Rabb.


Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan bisa memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kamu cintai, akan tetapi hanya Allah swt lah maha pemberi petunjuk kepada orang yang di kehendakinya
. (Alqasas 56)

Your Reply